Kali ini master ingin berbagi bagaimana cara menyetel theodolit dan pembacaan sudutnya dengan lengkap dan mudah di pahami dan lengkap kami sajikan spesial untuk anda sobat survey dan kontraktor, kenapa penyetelan theodolit ini penting sekali karena memang salatu paktor yang mempengaruhi terhadap hasil pengukuran nantinya.

1. Tujuan Praktek dan Alat-alat :

Praktek ini akan memberikan kesempatan kepada surveyor baru atau lama untuk

1. Mengerti alat-alat yang dipergunakan dalam pengukuran polygon dan tachimetri dan jumlah alat yang diperlukan, yaitu :

2. Mampu mengenal komponen-komponen alat (instrument) Theodolith dan memahami fungsinya.

3. Surveyor mampu mengatur atau menyetel alat theodolith dan centring alat di atas patok dengan benar.

4. Surveyor mampu membidik dan membaca sudut horizontal dan sudut vertical pada titik sasaran dengan alat theodolith.

2. Petunjuk Umum dan Keselamatan Kerja

1. Baca dan pelajari petunjuk kerja ini

2. Penyetelan theodolith adalah pengaturan instrumen di suatu tempat ( bisa diatas patok ) dengan centring dengan benar sampai memenuhi syarat untuk pengukuran

3. Perhatikan dan ingatlah macam-macam skrup penyetel dan cobalah bidik suatu titik target.

4. Letak rencana titik polygon biasanya ditandai dengan paku tanpa baak ukur (rambu ukur) harus tepat sasaran.

5. Jangan memutar skrup sebelum mengetahui kegunaannya.

6. Bekerjalah secara hati-hati dan sabar.

7. Bersihkanlah semua peralatan setelah selesai digunakan.

8. Pakailah pakaian kerja dan persiapan P3K

9. Hati-hatilah dalam penggunaan dan hindari kerusakan alat ukur theodolith dan kelengkapannya.

10. Letakkan boks tempat alat ukur dekat/ dibawah alat ukur.

3. Langkah Kerja :

Perbedaan alat Waterpass dan Theodolit adalah pada alat theodolit didesain untuk pengukuran sudut ( sudut horizontal dan sudut vertical) dengan teropong yang dapat digerakkan secara mendatar dan vertical (geleng dan angguk), sedangkan alat Waterpoass hanya dapat dipakai untuk mengukur jarak dan beda tinggi dan teropongnya tidak dapat digerakkan kearah vertical. Bagian-bagian dari alat theodolit :

1. Lingkaran vertical

2. Cermin pengatur sinar diafragma

3. Skrup koinsiden

4. Cermin pengatur sinar lingkaran vertical

5. Skrup lingkaran vertical

6. Pengatur focus

7. Penyetel lingkaran utama

8. Mikroskop pembacaan

9. Lensa Okuler

10. Nivo tabung

11. Skrup penggerak teropong

12. Skrup reiterasi

13. Reflector kolimasi

14. Nivo kotak

15. Cermin pengatur sinar lingkaran horizontal

16. Sentering optis Skrup kiap

17. Skrup pengencang

Berdasar Tingkat Ketelitian :

1. Low Order Theodolit ( theodolit dengan ketelitian rendah)

2. Tipe T0 ( tidak teiliti/ ketelitian rendah sampai 20” )

3. Tipe T1 (agak teliti 20” – 5”)

4. Universal Theodolit > Tipe T2 ( teliti , sampai 1” )

5. Geodetic Theodolit :

> Tipe T3 ( teliti sekali, sampai 0,1 “)

> Tipe T4 ( sangat teliti, sampai 0,01” )

Pengaturan Alat Ukur Theodolith :

Sebelum alat theodolith digunakan, terlebih dahulu harus diperiksa dan dilakukan pengaturan, meliputi :

1. Bagian2 alat pada theodolith apakah berfungsi dengan baik

2. Memenuhi syarat utama, yaitu :

3. Pengaturan tetap

c. Garis jurusan nivo skala tegak harus sejajar garis indeks skala tegak

d. Garis nivo skala mendatar harus tegak lurus sumbu I

Syarat pertama dapat dipenuhi dengan mengusahakan agar :

Syarat kedua dan ketiga dipenuhi dengan menguji alat theodolit secara :

Syarat keempat dipenuhi dengan menguji alat secara :

a. Menyetel alat Theodolith :

1. Dirikan statif diatas titik/ patok sehingga kaki statif membentuk segitiga sama sisi ( kalau medannya datar ). Ketinggian tempat alat usahakan sesuai dengan ketinggian si pembidik.

2. Pasang alat ukur theodolith, usahakan piringan sedatar mungkin dan kunci secukupnya sehingga masih bisa / mudah untuk digeser-geser.

3. Pasang unting2 kira2 0,50 cm di atas titik/ patok di bawah alat.

4. Atur unting2 dengan menggeser alat ukur Theodolith diatas pelat level statif sampai betul2 centring.

5. Atur nivo bawah (kotak/ mendatar) stabil ditengah-tengah, dengan cara seimbangkan nivo tersebut antara kanan dan kiri dengan memutar skrup kaki kanan – kiri bersama, memutar kedalam atau keluar. Putar teropong arah tegak lurus dua kaki awal, atur skrup ketiga untuk seimbangkan nivo arah depan – belakang . Check lobang sentring apakah tepat di tengah. Kalau belum kendorkan skrup alat dengan piringan, geser alat sambil melihat dari lobang pengamatan centring dan di arahkan tapat titik sentring.

6. Atur juga nivo atas (piringan atas) agar seimbang di tengah-tengah. 7. Setelah sentring, kencangkan pengunci piringan bawah.

8. Alat siap untuk diarahkan pada titik sasaran, kalau sudah dekat sasaran, kunci piringan atas, tepatkan arah sasaran dengan skrup penggerak lembut. Baca sudut vertical, baca sudut horizontal, baca rambu/ baak . Catat semua pembacaan sudut-sudut dan (BA;BT;BB).

9. Kendorkan/ buka skrup piringan atas, putar arahkan pada titik sasaran lain ( searah jarum jam), lakukan pengamatan seperti no 8. Catat semua pengamatan dan bacan-bacaan.

10. Arahkan ke sasaran lain (titik / patok lain ), lakukan pengamatan dan pembacaan seperti kegiatan diatas. Catat semua bacaan sudut dan bacaan rambu/ baak.

11. Pindahkan alat ke tempat lain ( titik polygon lain ), lakukan penyetelan alat, pembacaan sudut dan bacaan rambu seperti kegiatan diatas. Usahakan diamati sudut dalam antar titik-titik poligon.

12. Lakukan berulang-ulang pada lokasi titik-titik polygon lain, sehingga kerangka titik-titik poligon tertutup.

b. Membaca SUDUT (skala Utama) : Pada Theodolith terdapat 2 (dua) bacaan skala utama, yaitu bacaan skala tegak dan bacaan skala mendatar. Untuk pembacaan skala utama ada empat, yaitu

1) Garis lurus : Untuk bacaan pada garis indeks dilakukan dengan cara menaksir.

Demikian cara menyetel theodolite dan cara mengukur sudut semoga bermanfaat dan jika ada yang ditanyakan seputar produk theodolite dan mungkin anda berencana ingin mebeli theodolite baru atau bekas bisa hubungi kami di Tlp/WA : 0812-5000-4661